Let's Talk about Books

Actually i am not a kind of "nerd" who loves read many books or something like that. Lately, gw begitu tertarik membaca buku apakah itu buku secara fisik ataupun virtual, tapi kali ini gw mau bahas versi ebook. Dan guess what? Kali ini gw akan cerita tentang satu novel fiksi karangan Paula Hawkins yang "katanya" lumayan nge-hits di USA sana. Okay, it's "A Girl On the Train" , do you ever hear about this book? Well, ini buku keluaran tahun 2015 awal. Mau tau kenapa gw bisa sampe ke buku ini. Well, at first gw lagi iseng baca berita di situs online, dan gak sengaja liat tautan berita new york times yg lagi bahas 10 books to be read in 2015, and this "A girl on the train" belongs to the list. 
Entah apa yg ada di pikiran gw sehingga akhirnya gw searching this book through the internet, padahal ada 9 buku lain yang mungkin gak kalah bagusnya. Tapi memang pilihan gw gak salah, and it's even awesome i could say. 
Let's begin with the author, Paula Hawkins sebelumnya adalah seorang jurnalis yang udah malang melintang selama 15 tahun, A Girl on the train adalah novel pertamanya, dan surprisingly disukai banyak sekali pembaca.
A Girl on the Train mengisahkan tentang marriage life. Rachel, Anna & Megan masing-masing karakter yang bercerita di buku ini. Tanpa sadar mereka connected each other . Berawal dari kehidupan rumah tangga Rachel dan Tom yang berantakan. Bertahun-tahun menikah tak jua dikaruniai anak, adalah titik kulminasi mengapa akhirnya Rachel jadi pemabuk, seringkali berkata kasar dan berperilaku buruk terhadap Tom. Bukan tidak mungkin, rachel cukup frustasi karena vonis dokter yang menyebutkan bahwa dirinya tak akan pernah bisa mengadung, wanita mana yang tak kalangkabut didera masalah ini, hanya saja Rachel terlalu berlebihan. Bahkan suatu kali, rachel sempat mengayunkan stik golf ke arah tom saat sedang menaiki tangga, luckily tom berhasil menghindar sampe stik golf menghantam dinding saja hingga berlubang, "She was totally nuts" I think. Kondisi Rachel yang kian memburuk membuat Tom mencari sandaran lain, She is Anna. Anna lah yang kemudian memberikan seorang putri kecil bagi Tom. Lalu siapa megan? Megan dan Scott adalah pasutri yang kemudian diceritakan oleh Rachel yang terbiasa melihat mereka lewat jendela kereta commuter yang sehari-hari di gunakan Rachel untuk pergi kerja ke London. Kereta seringkali terhenti beberapa lama tepat di seberang rumah Megan dan Scott. Rachel watch them almost of the time when she was on the train as the train stops for a signal. 
Megan dan Scoots dikisahkan oleh Rachel sebagai Jess & Jasson, dia seperti terpesona oleh pasangan ini karena terlihat mesra saat Rachel melihatnya bersama. Hingga pada satu waktu Rachel mendapati Megan tidak sedang bersama scott seperti yang biasa dia lihat, ya, Megan bersama orang lain, dan Rachel setengah tak percaya bahwa Megan pergi ke pangkuan laki2 lain. 
Hingga suatu malam,, there's a tragedy happen, Megan is missing somewhere, dan akhirnya ditemukan dalam keadaan tak lagi bernyawa. At the same time, Rachel yg pada malam itu juga pulang dalam keadaan kacau, muka bonyok dan bleeding over his arm and face. Adakah keterlibatan rachel pada kematian megan? Well, ini yg bikin gw gak rela berhenti baca kl udah mulai,,Paula Hawkins jeli banget bikin alur cerita yang greget bikin pembacanya bertanya-tanya jadi siapa yang tega menghabisi nyawa Megan. Penasaran gimana endingnya? READ PLEASE✌

A GIRL ON THE TRAIN - PAULA HAWKINS

Lo bisa download ebooknya di google,, yang penting punya aplikasi ebook reader macem,, Aldiko app atau yg lainnya yg banyak di Playstore.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Joke To You

Subtle Reminder : Muhammad SAW

Innisfree : You May Call it as "Review"? 😁