Wishing Star





Harapanku untuk bisa melewati tahun ini dengan kepala tegak dan busung dada nyatanya tak semudah yang kukira, masih banyak yang membuat rasa insecurities ku tak kunjung reda, masalah pekerjaan dan jodoh sungguh sudah sangat menyita perhatian. Sekalipun ditengah-tengah canda tawaku bersama sahabat -yang saat bersama mereka aku merasa paling nyaman dan menjadi diriku sendiri tanpa harus berpikir banyak dan membungkus diriku dengan topeng berlapis baja 😅- kekhawatiran akan ketidakpastian masa depan terus membayangiku. Aku bersyukur dengan apa yang telah ku lalui, tetapi bayang-bayang kegagalanku dalam meraih cita-cita idealisku dimasa lalu terus menghantui. Ya aku bahagia sesekali, sehari aku bahagia ribuan hari aku gelisah.

Gagal mengalahkan ribuan saingaku pada test penerimaan mahasiswa baru di sekolah kedinasan favorit sepanjang masa (red: STAN) setelah dengan susah payah aku ikut bimbingan belajar intensif sampai-sampai aku nekad tinggal di kos dengan anak-anak mahasiswa STAN demi meraih impian terbesarku saat itu, cita-cita konyol ku yang bertekad masuk kedokteran UI dan Farmasi Unpad. When i recalled it, I feel sorry for myself. That I'm too naive, that my insight and point of view was too narrow to understand how cruel the world is. Simply just say, I was just a kid back then.

The thing is the world now is even worse, seketika dunia terasa kelabu saat Covid-19 merebak dari Wuhan hingga menyebar dengan sangat cepat dalam hitungan hari melumpuhkan keangkuhan manusia di seluruh penjuru dunia. Covid-19, bukankan itu terdengar keren? setidaknya bagiku itu seperti nama keren dari komunitas anak-anak milenial. but SHIT!! It wasn't JOKE. Malam ini aku ditemani notebook kantor dan akan seterusnya seperti itu setidaknya dalam waktu 2 minggu kedepan, aku mencoba menghalau rasa bosan karena aturan kantor yang menetapkan para pegawai untuk bekerja dari rumah, ya Work-From-Home, lagi-lagi istilah yang kedengarannya keren ya?!, sehari, dua hari berlalu, entah kenapa aku merasa ini sama sekali tidak keren, Work-From-Home karena wabah Covid-19 sungguh jauh dari kata keren, yang ada "Menakutkan"

Harus ku akui aku memang tipe manusia introvert, tapi bagiku samasekali tidak bisa berinteraksi secara fisik menjadi sangat membosankan dalam jangka waktu satu minggu ini.
Aku harap aku bisa bercanda tawa dengan teman-teman, membicarakan masalah sepele namun bisa terasa sangat menarik karena cara merespon masing-masing dari mereka yang membuatku merasa geli. Aku rindu teman-temanku, aku ingin menyapa mereka saat aku menginjakan kaki di kantor "Selamat Pagi".

Hi......Hello.......


Tambun, 21 Maret 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Joke To You

Subtle Reminder : Muhammad SAW

Innisfree : You May Call it as "Review"? 😁